Jumat, 12 April 2013

Temen? Yakin?

Kehilangan teman? ya gue pernah mengalami itu, bahkan bukan seorang teman, tapi banyak teman, yang lebih tepatnya mengkhianati gue. tapi waktu terus berlalu mungkin penilaian mereka ke gue sudah berubah, atau mungkin tetap begitu-begitu aja. gue cuma minta yang terbaik aja. gue cuma gak mau punya temen yang modelnya pagar makan taneman. bukan cuma kecewa. tapi juga menorehkan luka batin yang dalam. gue cuma mau cerita dikit. ada sebuah kelompok main, semuanya ada 7 orang, mereka ber 7 akrab banget. tapi keadaan berubah hanya karena ada seorang teman yang berniat menjatuhkan salah setu temannya, sebut saja dari A B C D E F G, nah, si C ini ingin si G dijauhi sama teman-temannya yang lain. karena si C ini orangnya easygoing, jadi banyak juga yang mau ngedengerin dia untuk ngejauhin si C. yang gak ngejauhin cuma A. tapi si A ini karena masih kecil, dan dia punya kakak yang juga berkomplot dengan C buat ngejauhin si G, si A ini jadi gak bisa berbuat apa-apa. tapi dia masih saling ngasih kabar kok ke si G. waktu demi waktu berlalu, tentu saja si G ini belum bisa menghilangkan luka batin tersebut yang ditorehkan oleh teman-temannya itu. tapi memang si G ini orangnya mudah melupakan masa lalu yang sudah-sudah, namun bukan berarti dia orang yang sangat cuek, hanya saja dia tidak mau dengan adanya konflik yang lain. sekarang sih, si G ini sudah mulai berteman lagi dengan "teman-teman"nya itu. namun si G ini juga belum tau apakah ada maksud tertentu dari kebaikan mereka semua itu, "bukannya suudzon, hanya saja harus tetap waspada" -G

itulah cerita dari gue, dan sebenarnya cerita ini gua angkat dari kisah nyata, pengalam seorang bocah yang dijauhi teman-temannya karena alasan yang "konyol" cuma dia gamau nama ya di publish, demi keprivasiannya. makanya gua pake nama ABCD...dll

Tidak ada komentar:

Posting Komentar